Jumat, 15 Oktober 2010

Banjir Wasior: DD bangun Hunian Sementara (Huntara)


REPUBLIKA.CO.ID,WASIOR--Dompet Dhuafa berencana membangun rumah hunian sementara di Wasior, Kabupaten Teluk Wondama, Papua Barat. Rumah tersebut sebagian besar ditujukan kepada umat muslim korban banjir bandang di daerah tersebut.

''Kita mulai dengan 100 unit dulu,'' ujar Kordinator Disaster Response, Dompet Dhuafa, Iman Surahman, ketika bertemu langsung dengan para korban di Masjid Agung Al Falah Wasior, Kamis (14/10).

Rumah tersebut akan disesuaikan dengan material yang mudah didapatkan di daerah Wasior atau daerah sekitar. Tapi sebagai rujukan, rumah tersebut akan mirip dengan rumah hunian sementara korban gempa Sumatera Barat. Luasnya sekitar 3x6 meter dengan tiang kayu, dinding tripleks, dan bagian bawahnya papan. ''Kalau dengan yang seperti ini, kita buatnya bisa hanya seminggu,'' kata Iman.

Rumah-rumah ini dibangun sebagai upaya untuk meringankan beban korban banjir bandang. Sementara pemerintah masih belum memastikan adanya relokasi untuk para korban. Rumah itu juga diharapkan dapat mengembalikan privasi dari sebuah keluarga. Menanggapi usulan tersebut, tokoh masyarakat sekaligus anggota DPRD Kabupaten Teluk Wondama, Arwin, akan mencoba mencari lahan yang cocok di sekitar lokasi bencana. ''Masalah disini itu lahannya, masih banyak tanah hak ulayat''" ujarnya.

Untuk mengurus izin menggunakan tanah hak ulayat sangat sulit, dan pasti harus mengeluarkan biaya besar. Oleh karena itu, untuk pembangunan rumah hunian sementara ini, dia berusaha berkordinasi dengan tokoh-tokoh muslim di daerah Wasior. Diharapkan mereka bisa meminjamkan tanahnya.

Selain mengupayakan 100 unit rumah hunian sementara. Dompet Dhuafa juga akan mencoba menyumbangkan sapi dan kambing untuk Idul Adha mendatang.

Red: Budi Raharjo

Rabu, 13 Oktober 2010

DMC DD - Senyum untuk Pengungsi Manokwari

DMC DOMPET DHUAFA MENDISTRIBUSIKAN SELIMUT BAYI DAN ALAT MASAK BAGI KORBAN WASIOR

Manokwari (14/10), Memasuki hari ke-9 para pengungsi korban banjir bandang Wasior masih disibukkan dengan urusan pendistribusian logistik berupa makanan dari pemerintah. Menyusul evakuasi besar-besaran dari lokasi bencana dengan menumpang Kapal Nggapulu beberapa waktu yang lalu (10/10).
Pengungsi tak kurang dari 4.000 jiwa kini ditampung di 2 lokasi berbeda. Menempati lapangan Kodim 1703 Manokwari dan lainnya berada di Balai Latihan Kerja (BLK) Perhutani Manokwari. Kondisi pengungsian masih belum tertata dengan baik, terlihat jelas sampah-sampah berserakan di sekitarnya, MCK sangat minim, kondisi para bayi memerihatinkan karena perlengkapan yang di bawa para ibu seadanya dan anak-anak masih nampak depresi, nampak sekali dari gerak tubuh mereka yang terlihat murung dan kaku. Pasokan bahan makanan kelihatan tak dapat diolah menjadi makanan siap saji lantaran tak ada perlengkapan memasak dan makan yang memadai.

Hingga tadi malam (13/10) Dompet Dhuafa telah mendistribusikan 84 helai selimut bayi dengan cara “hunting” para ibu yang tengah tidur berdampingan dengan bayinya dalam kondisi seadanya.”Semalam para relawan kita memburu para bayi dan balita yang tidur dengan kondisi seadanya”. Papar Iman Surahman Kepala Divisi Respon DMC-DD yang berada di lokasi. Untuk membantu mengolah bahan makanan yang tersedia juga telah didistribusikan 500 paket alat masak yang terdiri dari kompor, panci, wajan dan sodetnya serta alat makan dan minumnya. Pada hari ini (14/10) akan dibuatkan Dapur Umum bersama yang dapat digunakan untuk kegiatan memasak para pengungsi.

Untuk menjaga lingkungan pengungsi yang bersih DD telah menyiapkan 50 tong sampah berikut polybagnya yang ditempat diberbagai titik di lokasi pengungsian.
Sementara itu program recovery mental yang bertajuk “Sekolah Ceria” bagi anak-anak terus berlanjut di 2 lokasi pengungsian yang berbeda, melibatkan relawan dari KAMMI dan HMI setempat.

​Sebanyak 200 anak ikut terlibat dalam program ini. Recovery mental dilakukan bertujuan untuk membebaskan korban bencana dari kalangan anak-anak agar terbebas dari depresi dan trauma (trauma healing). Metode yang dilakukan berupa menggambar, mewarnai, dongeng, gerak dan lagu, games dan bermain peran (role playing).

Selasa, 12 Oktober 2010

Bencana Wasior: DD mulai MENTAL RECOVERY

TIM KE 2 DMC-DD telah memulai PROGRAM RECOVERY BAGI PENGUNGSI

Tim Recovery bertugas melakukan Trauma Healing (penyembuhan luka mental akibat trauma) dan membangun Hunian Sementara (Huntara) bagi para korban Wasior agar dapat tinggal secara layak pasca bencana.

Di beberapa lokasi pengungsian Manokwari (12/10) dampak meluas korban banjir bandang wasior semakin terasa. Tak terkecuali ribuan anak-anak. Selain trauma akibat kejadian banjir bandang yang telah meluluh lantakkan kota Wasior (4/10) lalu, trauma anak-anak ini sepertinya tak kunjung usai. Pasalnya mereka juga harus diungsikan keluar dari tempat asalnya Wasior menuju Manokwari.

Situasi kepanikan saat berdesakan menuju Kapal Nggapulu yang mengangkut ribuan korban (10/10) lalu juga membuat kaum belia tentulah semakin depresi.

Sesaat setibanya ribuan pengungsi Wasior di Manokwari, Tim ke 2 DMC-DD telah bekerja menyelenggarakan Program Recovery untuk membantu anak-anak tersebut membebaskan diri dari segala perasaan depresi dan menyembuhkan luka mental (trauma healing) mereka.

Lokasi program recovery mental berada di sekitar pangkalan TNI AL yang berada di Manokwari."Kita akan melakukan recovery mental mereka menyesuaikan dengan kearifan lokal yang ada, seperti dongeng dan gerakan tubuh atau menari, metode lainnya juga akan kita kembangkan berdasarkan kondisi lapangan." Jelas Iman Surahman koordinator Tim recovery Wasior.

Di samping itu pula tim sedang melakukan asessmen untuk pembangunan Huntara yang akan siap dikerjakan mulai Jum'at (15/10) nanti."Jika semua berjalan lancar, Jum'at akan kita mulai Huntara." Iman menambahkan.