Kamis, 11 Agustus 2011

Demi Bantu Bencana Somalia, Sumayya Warga Gaza Rela Jual Cincin Kawin

Eramuslim: Meski kondisi kehidupan di Gaza masih terbilang sangat memprihatinkan, namun semangat dan antusiasme warganya untuk membantu sesama saudara mereka di Somalia yang tengah terkena bencana kelaparan massal tampak tak surut.

Sumayya Ali, seorang warga Gaza yang baru saja menikah sekitar 4 bulan silam, meminta di hadapan suaminya untuk menghibahkan cincin kawin miliknya kepada sebuah badan amal sosial di Gaza untuk membantu masyarakat Somalia.

Suami Sumayya, Dr. Abdurrahman al-Haddad, pun segera menyambut baik permintaan Sumayya dengan wajah sumringah. Ia pun segera menghubungi "Ittihaad al-Athibbaa al-'Arab (Persatuan Dokter Arab)", badan yang menggerakan kampanye bantuan Somalia tersebut.

Al-Haddad, dokter asal Mesir yang bermukin di Gaza sebagai relawan sejak akhir tahun 2008 silam, mengatakan dengan suara tergetar, "Luka yang tengah mencabik warga Gaza, tidak lantas menjadikan mereka lupa akan kewajiban mereka terhadap sesama".

Kisah lain datang dari seorang anak kecil berumur sekitar sepuluh tahunan. Bocah itu menelpon kantor badan amal tersebut. "Saya punya 30 Shakel (sekitar 8 Dollar). Apakah cukup?"

Uang tersebut, aku si bocah, sebenarnya adalah tabungan pribadinya untuk membeli baju lebaran nanti.

Penderitaan yang menimpa rakyat Gaza, mulai dari isolasi dari segala arah, kondisi tegang pasca perang, langkanya bahan makanan, air bersih, BBM, dan listrik, tidak lantas menjadikan mereka tidak peduli dengan urusan sesama saudaranya.

Persatuan Dokter Arab (PDA) sendiri, yang memprakarsai kampanye untuk membantu penderitaan rakyat Somalia, menyerukan bagi para kalangan yang mampu di Gaza untuk menyumbangkan setidaknya 10 Dollar (sekitar 850 ribu).

Pasca seruan tersebut, kantor PDA dikejutkan dengan membanjir dan membludaknya jumlah angka sumbangan yang melebihi angka yang diperkirakan sebelumnya.

"Pada mulanya karena kondisi penderitaan di Gaza, kami pesimis tidak akan bisa mengumpulkan apa pun. Tapi ternyata yang terjadi di luar dugaan. Rakyat Gaza berbondong-bondong menyumbangkan sebagian harta milik mereka untuk membantu sesama saudara mereka di Gaza," kata al-Haddad yang juga pengurus di PDA.

Perlu dicatat jika saat ini di Gaza hidup sekitar 800 jiwa penduduk di bawah garis kemiskinan. Pengangguran di Gaza sendiri, yang total jumlah penduduknya sekitar 1,5 juta jiwa, mencapai angka lebih dari 45 persen. (jjs/sfr)- eramuslim.com

Rabu, 17 November 2010

Cegah Penyakit, DMC DD Bakar Sapi di Zona Merah Merapi

Yogyakarta – Untuk mencegah merebaknya berbagai macam penyakit, Tim Evakuasi Posko Induk DD bersama warga di kawasan Balerante mulai bergerak untuk membakar bangkai-bangkai ternak sapi yang banyak bergelimpangan mati pasca diiserbu awan panas. Ternak-ternak ini - yang sebagian besar gosong dikulit luar namun busuk didalamnya - menebarkan bau yang sangat tajam dan mulai dikerubuti banyak lalat.

Dikhawatirkan, lalat-lalat ini akan membawa bakteri yang nantinya menyebar ke segala penjuru, menimbulkan berbagai macam penyakit. Tim dari Posko Induk DD bersama warga melengkapi diri dengan membawa BBM (bensin) dan menggunakan kayu bakar sisa reruntuhan rumah untuk membakar bangkai-bangkai sapi yang biasanya terkubur di bawah reruntuhan rumah. “Biar tidak sampai berkembang biak penyakit” terang Koordinator Lapangan Posko Induk DD, Afthon.

Kedepan, target pembakaran bangkai sapi ini akan dilaksanakan menyeluruh di seluruh wilayah yang terkena dampak musibah erupsi Merapi, seperti di wilayah Magelang, Boyolali, Klaten dan di dusun-dusun teratas yang dekat dengan puncak Merapi. Seperti diketahui, hingga hari ini, dusun-dusun yang berada di dekat puncak Merapi belum sepenuhnya terjamah, dan disana masih banyak terkubur bangkai-bangkai sapi milik warga. [akh/ Mas Meng]

Fotografer: Mas Meng
Reporter: Akhsin Muamar

Senin, 15 November 2010

Situation Report (Sitrep) program DD di Merapi, 141110





1. Program Lansia
Pemenuhan gizi lansia,pemeriksaan kesehatan bersama LKC. Ada 4 lansia yang tinggal di posko. Sekarang tinggal dua orang (pratiwi dan Mujiyem) yang pulang namanya mbah Harjo sama Nyonya Harjo. Mereka pulang ke daerah Ngemplak umbulmartani ke rumah anaknya. Kedua lansia yang tinggal di posko mengalami batuk-batuk tapi sudah ditangani oleh dokter yang ada.
Planning hari ini, mau ajak perawat dari UGM untuk buat posko posyandu di UIN dan Maguwoharjo untuk lansia.

2. Medis
Pemindahan rumah sakit lapangan sedikit ruwet sehingga penyesuaian tempat dan bagian HUMAS belum berfungsi dengan baik. Untuk pasien yang datang hanya pemeriksaan kesehatan (check-up) belum banyak yang minta untuk rawat inap. Masih berlangsung untuk merapikan manajemen rumah sakit. Sudah adapasien yang meminta untuk rawat inap. Tim medis biasa melakukan evaluasi pribadi jam tujuh malam sebelum evaluasi general bersama kegiatan yang lain.

3. Sekolah Ceria
Secara umum, teman-taman yang mengkoordinir sekolah ceria adalah kebanyakan dari ETOS dan ETOSER. Karena minggu ini sudah mulai masuk dan ujian kuliah, mereka sedikit ada kendala untuk tetap menemani sekolah ceria sehingga harus ada perekrutan ulang. Teman-teman sekolah ceria sudah survey tempat baru untuk melaksanakan program yaitu di daerah Mertoyudan(120 anak), Prambanan(50 anak) dan Salam(80 anak). Rencananya 6 posko yang siap dijalankan sehingga membutuhkan sedikitnya 30 orang relawan baru.

4. Rumbamilsu (Rumah balita, ibu hamil dan menyusui)
Karena ada pergantian personil maka kami melakukan pendataan dan pemenuhan logistik juga berkoordinasi dengan kawan-kawan yang ada di UIN. Kegiatan yang dilakukan adalah:
- Pembuatan kesepakatan dengan tim pendamping UIN.
- Ada tim KSR yang UIN yang datang untukpemeriksaan medis 2 hari sekali.
- Kebutuhan logistik pengungsi sepenuhnya dikelola oleh UIN.
- Pengambilan barang bantuan dari posko Dompet Dhuafa
- Distribusi barang bantuan di rumbamil.

5. Tim ternak
Melakukan koordinasi dengan pihak-pihak yang turut membantu pengadaan kegiatan evakuasi dan penyediaan tempat untuk perlindungan ternak yang sudah dievakuasi.

6. Logistik
Logistik keluar :
- Muntilan.
- Tempel.
- Selo.
- Boyolali.
- Magelang.
- Klaten.
Logistik masuk :
- Belanjaan dengan dana dari Dompet Dhuafa Jogja.
- Susu dan air mineral dari Dompet Dhuafa jakarta.

7. Tim mekanik
Sudah ada selama lima hari. Untuk mekanik HP, sudah ada 90 HP.untuk hari ini ada 11 HP yang diperbaiki. Personil yang ada adalah Isro, reza, rizki, andi, priyono dan tyo.
Untuk mekanik motor, motor yang diperbaiki hari ini ada 25 motor dengan penggunan. Institut kemandirian : Pardiman, Susidarto, Jatenra panggabean.
Kendala untuk dua mekanik ini adalah ada banyak sparepart yang harus diganti sangat mahal. Untuk motor hanya service tidak dengan ganti oli. Sehingga ada beberapa yang bawa oli sendiri dan melakukan penydiganti di posko pelayanan kita.

8. Tim evakuasi
Perakitan perangkat radio RIG, berkoordinasi dengan jaringan radio yang memantau kegiatan merapi.